1 “Cintaku yang besar, cintaku yang tulus,
2 telah hilang, menguap, dan kini rasa benciku
3 berkembang setiap hari. Ketika melihatmu,
4 aku tidak ingin lagi melihat wajahmu sedikitpun;
5 satu hal yang sungguh ingin aku lakukan adalah
6 mengalihkan mata ke gadis lain. Aku tak lagi ingin
7 menikahkan aku dan kau. Percakapan terakhir kita
8 sungguh, sungguh sangat membosankan dan tak
9 membuat aku ingin bertemu kau sekali lagi.
10 Selama ini, kau selalu memikirkan dirimu sendiri.
11 Jika kita menikah, aku tahu aku akan menemukan
12 hidupku menjadi sulit, dan aku tidak akan menemukan
13 kebahagiaan hidup bersamamu. Aku punya satu hati
14 untuk kuberikan, tetapi, sungguh, itu bukan sesuatu
15 yang ingin aku berikan untukmu. Tak ada yang lebih
16 bodoh dan egois daripada kamu, dan kamu tak pernah
17 memperhatikan, merawat dan mau mengerti aku.
18 Aku sungguh sangat berharap kamu mau mengerti
19 Aku berkata jujur. Kau akan baik sekali jika
20 kau anggap inilah akhirnya. Tidak usahlah
21 membalas surat ini. Surat-suratmu dipenuhi
22 hal-hal yang tidak menarik bagiku. Kau tak punya
23 cinta yang tulus. Sampai jumpa! Percayalah,
24 aku tak peduli lagi padamu. Jangan pernah berpikir
25 aku masih dan akan terus menjadi kekasihmu.”
n.b:
—Surat ini sengaja diberi angka di setiap barisnya, agar kamu
bisa membedakan mana baris ganjil, mana baris genap. Bacalah
baris-baris ganjil saja dan hapuslah baris-baris genapnya. Ini memang
sebuah surat cinta yang ganjil.
Cr: hurufkecil.wordpress.com
#cuap-cuap
yeah, it's not my mine. gue dapet dari Wpnya hurufkecil. blog yang keren #puisinya menurut gue. hahaha. aah, sepertinya gue demen banget copas tulisan orang lain. mungkin karna gue masih kurang pede majang tulisan gue yang #gajelas kali ya. #apaini#absurdgaje#lupakan
:p
Senin, 23 September 2013
Minggu, 22 September 2013
Coretan Absurd
aku mati bosan dalam duniaku sendiri.
aku benar-benar tak tahan lagi, aku di ibaratkan seperti katak di dalam tempurung. Hanya menghadapi dunia yang itu-itu saja. Aku mulai lelah menjalani hidup yang seperti ini.
aku benar-benar tak tahan lagi, aku di ibaratkan seperti katak di dalam tempurung. Hanya menghadapi dunia yang itu-itu saja. Aku mulai lelah menjalani hidup yang seperti ini.
Tak
adakah sedikit tantangan yang membuatku merasa hidup? Merasa menjadi manusia?
Oh, oke aku memang manusia sekarang. Tapi, tak hidup. seperti zombie.
Ah,
aku merindukan gejolak jiwa seperti dulu. Merasakan ehm jatuh cinta, bahagia,
patah hati, kecewa. Ya walaupun terkadang aku merasa tak sanggup menghadapinya.
Tapi aku merasa itulah hidup.
Tidak
seperti sekarang... sepi, mati,,,
Haruskah
aku mulai mencari? Mencari seseorang yang membuatku kembali hidup?
oh come on, aku tidak seputus asa itu dan Sepertinya itu bukan tipe ku .
well, bagaimanapun juga "Life Must Go On" masih tetap ada dalam kamusku!!oh come on, aku tidak seputus asa itu dan Sepertinya itu bukan tipe ku .
hahahahahaha
p.s
sepertinya ne tulisan udah lama banget gue tulis. tapi baru kepikiran ngepost sekarang!!
#absurd#okelupakan
Kamis, 06 Juni 2013
Simple conversation
“Seseorang di India sekali pernah mengatakan padaku jika bunga juga tertawa”
“Semua bunga?”
“Ya, semuanya. Semua bunga yang bisa kau pikirkan.”
“Dan apa yang kau katakan kepada orang itu?”
“Kukatakan padanya aku ikut tertawa”
***
“Apa yang kau impikan?”
“Melukis sebuah gambar dengan kata-kata”
“Kenapa?”
“Karena beberapa kata tidak dapat di ungkapkan”
Tawanya renyah seperti pasir halus yang berada di sela-sela jari.
“Aku lebih suka melukis dengan warna lembut, tapi terlihat hidup seperti air”
“Kenapa?”
“Karena lukisanku harus dikenang. Lukisanku tidak akan bisa dilupakan”
***
“Apa kau akan mengingatku setelah 10 tahun?”
“Kupikir kita harus menunggu 10 tahun itu lebih dulu”
“Tidak bisakah kau menjawabnya sekarang?”
“Aku ingin menjawabnya, tapi aku benci memikirkan apa yang aku lakukan 10 tahun kemudian untuk mengingatmu hari ini”
***
“Besok akan jadi lebih baik”
“Bagaimana jika tidak?”
“Kalau begitu katakakan itu lagi besok, karena mungkin akan terjadi ; kau tak akan pernah tahu. Di beberapa poin, besok akan menjadi lebih baik”
***
“Malam menakutkan bagiku”
“Aku akan memelukmu. Kau tidak akan takut lagi”
“Bukankah itu berarti kau akan melepasku saat malam berakhir?”
“Aku akan memelukmu sampai malam esok datang”
***
“Tidak ada orang yang peduli dengan keberadaan kita. Tapi mereka berpura-pura. Tentu, mereka hanya berpura-pura”
“…tapi kenapa?”
“Karena seseorang membutuhkan seseorang untuk peduli kepada mereka, juga”
“Kenapa?”
“Karena manusia sebagai makhluk rapuh memiliki hasrat kebutuhan emosi bodoh seperti cinta. Dan pada akhirnya, kita semua akan tetap sendiri karena orang yang memberitahukan kita bahwa mereka peduli itu bohong”
“Kenapa?”
“Karena mereka juga manusia, egois, menyedihkan untuk bisa merasa dicintai”
***
“Bagaimana kau diingat? Dengan langkah kakimu saat kau pulang dari bekerja? Dengan suara gemericik air di dalam kamar mandi saat kau mencuci muka? Dengan kehangatan yang kau tinggalkan saat kau pergi di waktu pagi?”
“Aku ingin diingat seperti lautan”
“Lautan?”
“Seperti air laut yang berada di kakimu, dan ombak yang menarik kuat kakimu saat kau berbaring untuk tidur. Mungkin, seperti pasir yang berada di rambutmu juga. Itu akan susah di hilangkan. Aku ingin di ingat sebagaimana semua yang berada di sekitarmu”
***
“Apa yang kau pikirkan tentang musim semi?”
“Musim semi? Itu seperti awal dari keabadian, dimana bunga-bunga baru mulai tumbuh dan burung-burung membangunkanmu di pagi hari dengan nyanyian merdu pagi mereka. Itu seperti mengambil nafas dalam dan membuka matamu untuk melihat seluruh dunia yang baru. Musim semi itu seperti perasaan jatuh cinta”
“Tapi musim berubah. Musim semi pasti berakhir”
“Tapi tidak pernah terlupakan. Kita semua tahu jika suatu hari, kau akan terbangun bersamaan dengan musim semi di ambang pintumu lagi”
***
“Seberapa kuat kau pikir sayap sebuah pesawat itu?”
“Cukup kuat untuk membawa orang-orang terbang dan membawa mereka kembali ke tempat asal mereka”
“Parasut?”
“Kenapa dengan parasut?”
“Apa kau pikir parasut-parasut itu akan bisa menyelamatkan kita saat jatuh?”
“Tidak, parasut hanya bisa menopang kita di atas udara sampai kita tahu apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita. Saat kita siap, kita akan menarik talinya dan berharap untuk bertahan hidup”
“Tapi aku tidak ingin bertahan hidup, aku ingin hidup.”
“Kita semua hidup dengan cara yang berbeda. Kita tidak selalu harus hidup seperti ini. Aku tahu, aku hidup di suatu tempat dalam dirimu, begitu juga kau yang hidup di suatu tempat di dalam diriku”
***
“Aku tidak ingin mati”
“Tidak ada seorangpun yang benar-benar mati. Kita diberikan waktu seumur hidup untuk membuat kenangan, dan kenangan tidak akan mati begitu saja”
“Kenangan akan memudar”
“Kita membuat kenangan dengan kenangan itu sendiri. Jika kenangan itu cukup nyata, mereka tidak akan memudar”
“Apa kau yakin?”
“Ya, aku sangat yakin”
“Kalau begitu maukah kau membuat kenangan denganku?”
“bukankah aku selalu?”
***
“Apa kau percaya cinta?”
“Aku percaya cinta seperti bagaimana orang-orang mempercayai fairy-tale”
“Kenapa? Bagaimana kau tahu kalau itu benar-benar ada?”
“Kau tidak perlu. Tapi fairy-tale ada disana. Kau bisa merasakannya, juga, tapi kau tidak akan tahu jika fairy-tale memang ada disana sampai itu kau melewatinya”
“Bagaimana bisa?”
“Karena bersamaan dengan itu, disana, perasaan spesial ini berbeda kepada setiap orang. Aku sendiri, merasakan itu sebagai sebuah musim semi yang baru jika perasaan itu datang”
“Benarkah?”
“Ya, ini mungkin tidak masuk akal, tapi semua akan masuk akal suatu hari”
***
“Bagaimana jika itu menjadi kesalahan?”
“Tidak ada yang menjadi kesalahan tanpa alasan. Meskipun jika itu salah atau tidak, kita akan selalu bertemu lagi”
“Janji padaku itu”
Bibir lembut menekan puncak rambutnya.
“Tidakkah aku sudah menjanjikan itu padamu?”
Sebuah senyuman lembut di pagi yang sangat awal. Sebuah tangan menarik ke atas selimut yang berada di sekeliling tubuhnya.
***
“Apa kau takut?”
“Ketakutan tidak relevan. Aku khawatir”
“Kenapa?”
“Apa yang akan kau lakukan?”
Pertanyaan itu dimengerti dengan keheningan.
“Aku akan menunggu sampai kita bertemu lagi”
***
“Aku ingin mati saat musim semi”
“Musim semi?”
“Karena kau bilang, musim semi adalah awal dari keabadian. Aku ingin mati sambil mendengarkan kicauan pagi dan bunga-bunga yang tertawa”
“Aku akan selalu mengingatmu seperti itu”
“Kau tahu, saat kau bilang padaku kau bertemu dengan seorang laki-laki di India, kupikir kau bertemu dengan Ghandi”
“Kebijaksanaan itu seperti cinta itu sendiri. Terlihat begitu sederhana, tetapi ternyata tidak seperti itu. Kerumitan dari kesederhanaan yang membuat semuanya terlihat bertentangan”
***
Cr:Fruitbasket.Wp
“Semua bunga?”
“Ya, semuanya. Semua bunga yang bisa kau pikirkan.”
“Dan apa yang kau katakan kepada orang itu?”
“Kukatakan padanya aku ikut tertawa”
***
“Apa yang kau impikan?”
“Melukis sebuah gambar dengan kata-kata”
“Kenapa?”
“Karena beberapa kata tidak dapat di ungkapkan”
Tawanya renyah seperti pasir halus yang berada di sela-sela jari.
“Aku lebih suka melukis dengan warna lembut, tapi terlihat hidup seperti air”
“Kenapa?”
“Karena lukisanku harus dikenang. Lukisanku tidak akan bisa dilupakan”
***
“Apa kau akan mengingatku setelah 10 tahun?”
“Kupikir kita harus menunggu 10 tahun itu lebih dulu”
“Tidak bisakah kau menjawabnya sekarang?”
“Aku ingin menjawabnya, tapi aku benci memikirkan apa yang aku lakukan 10 tahun kemudian untuk mengingatmu hari ini”
***
“Besok akan jadi lebih baik”
“Bagaimana jika tidak?”
“Kalau begitu katakakan itu lagi besok, karena mungkin akan terjadi ; kau tak akan pernah tahu. Di beberapa poin, besok akan menjadi lebih baik”
***
“Malam menakutkan bagiku”
“Aku akan memelukmu. Kau tidak akan takut lagi”
“Bukankah itu berarti kau akan melepasku saat malam berakhir?”
“Aku akan memelukmu sampai malam esok datang”
***
“Tidak ada orang yang peduli dengan keberadaan kita. Tapi mereka berpura-pura. Tentu, mereka hanya berpura-pura”
“…tapi kenapa?”
“Karena seseorang membutuhkan seseorang untuk peduli kepada mereka, juga”
“Kenapa?”
“Karena manusia sebagai makhluk rapuh memiliki hasrat kebutuhan emosi bodoh seperti cinta. Dan pada akhirnya, kita semua akan tetap sendiri karena orang yang memberitahukan kita bahwa mereka peduli itu bohong”
“Kenapa?”
“Karena mereka juga manusia, egois, menyedihkan untuk bisa merasa dicintai”
***
“Bagaimana kau diingat? Dengan langkah kakimu saat kau pulang dari bekerja? Dengan suara gemericik air di dalam kamar mandi saat kau mencuci muka? Dengan kehangatan yang kau tinggalkan saat kau pergi di waktu pagi?”
“Aku ingin diingat seperti lautan”
“Lautan?”
“Seperti air laut yang berada di kakimu, dan ombak yang menarik kuat kakimu saat kau berbaring untuk tidur. Mungkin, seperti pasir yang berada di rambutmu juga. Itu akan susah di hilangkan. Aku ingin di ingat sebagaimana semua yang berada di sekitarmu”
***
“Apa yang kau pikirkan tentang musim semi?”
“Musim semi? Itu seperti awal dari keabadian, dimana bunga-bunga baru mulai tumbuh dan burung-burung membangunkanmu di pagi hari dengan nyanyian merdu pagi mereka. Itu seperti mengambil nafas dalam dan membuka matamu untuk melihat seluruh dunia yang baru. Musim semi itu seperti perasaan jatuh cinta”
“Tapi musim berubah. Musim semi pasti berakhir”
“Tapi tidak pernah terlupakan. Kita semua tahu jika suatu hari, kau akan terbangun bersamaan dengan musim semi di ambang pintumu lagi”
***
“Seberapa kuat kau pikir sayap sebuah pesawat itu?”
“Cukup kuat untuk membawa orang-orang terbang dan membawa mereka kembali ke tempat asal mereka”
“Parasut?”
“Kenapa dengan parasut?”
“Apa kau pikir parasut-parasut itu akan bisa menyelamatkan kita saat jatuh?”
“Tidak, parasut hanya bisa menopang kita di atas udara sampai kita tahu apa yang akan kita lakukan dengan hidup kita. Saat kita siap, kita akan menarik talinya dan berharap untuk bertahan hidup”
“Tapi aku tidak ingin bertahan hidup, aku ingin hidup.”
“Kita semua hidup dengan cara yang berbeda. Kita tidak selalu harus hidup seperti ini. Aku tahu, aku hidup di suatu tempat dalam dirimu, begitu juga kau yang hidup di suatu tempat di dalam diriku”
***
“Aku tidak ingin mati”
“Tidak ada seorangpun yang benar-benar mati. Kita diberikan waktu seumur hidup untuk membuat kenangan, dan kenangan tidak akan mati begitu saja”
“Kenangan akan memudar”
“Kita membuat kenangan dengan kenangan itu sendiri. Jika kenangan itu cukup nyata, mereka tidak akan memudar”
“Apa kau yakin?”
“Ya, aku sangat yakin”
“Kalau begitu maukah kau membuat kenangan denganku?”
“bukankah aku selalu?”
***
“Apa kau percaya cinta?”
“Aku percaya cinta seperti bagaimana orang-orang mempercayai fairy-tale”
“Kenapa? Bagaimana kau tahu kalau itu benar-benar ada?”
“Kau tidak perlu. Tapi fairy-tale ada disana. Kau bisa merasakannya, juga, tapi kau tidak akan tahu jika fairy-tale memang ada disana sampai itu kau melewatinya”
“Bagaimana bisa?”
“Karena bersamaan dengan itu, disana, perasaan spesial ini berbeda kepada setiap orang. Aku sendiri, merasakan itu sebagai sebuah musim semi yang baru jika perasaan itu datang”
“Benarkah?”
“Ya, ini mungkin tidak masuk akal, tapi semua akan masuk akal suatu hari”
***
“Bagaimana jika itu menjadi kesalahan?”
“Tidak ada yang menjadi kesalahan tanpa alasan. Meskipun jika itu salah atau tidak, kita akan selalu bertemu lagi”
“Janji padaku itu”
Bibir lembut menekan puncak rambutnya.
“Tidakkah aku sudah menjanjikan itu padamu?”
Sebuah senyuman lembut di pagi yang sangat awal. Sebuah tangan menarik ke atas selimut yang berada di sekeliling tubuhnya.
***
“Apa kau takut?”
“Ketakutan tidak relevan. Aku khawatir”
“Kenapa?”
“Apa yang akan kau lakukan?”
Pertanyaan itu dimengerti dengan keheningan.
“Aku akan menunggu sampai kita bertemu lagi”
***
“Aku ingin mati saat musim semi”
“Musim semi?”
“Karena kau bilang, musim semi adalah awal dari keabadian. Aku ingin mati sambil mendengarkan kicauan pagi dan bunga-bunga yang tertawa”
“Aku akan selalu mengingatmu seperti itu”
“Kau tahu, saat kau bilang padaku kau bertemu dengan seorang laki-laki di India, kupikir kau bertemu dengan Ghandi”
“Kebijaksanaan itu seperti cinta itu sendiri. Terlihat begitu sederhana, tetapi ternyata tidak seperti itu. Kerumitan dari kesederhanaan yang membuat semuanya terlihat bertentangan”
***
Cr:Fruitbasket.Wp
Kamis, 14 Maret 2013
kota kita
Aku
benci kota ini
Dipenuhi
dengan semua kenangan yang ingin aku lupakan
Pergi
ke kampus setiap hari,melakukan aktifitas yang membosankan, dan kemudian pulang
kerumah yang bahkan aku sendiri tidak ingin kesana
Kapan
tepatnya akan berhenti? melakukan semua ini!!
Akankah
hari itu akan datang ??
Langganan:
Postingan (Atom)